Terdapat 1.000 Triliun Ton Berlian di Bagian Inti Bumi

0
31
Foto : msn.com

Jakarta, namalonews.com – Berlian banyak diminati banyak orang. Bukan hanya kaum sosialita dan kalangan menengah ke atas, kaum milenial ternyata juga banyak yang melirik perhiasan mahal tersebut.

Selain untuk koleksi, perhiasan ini berguna juga untuk mempercantik penampilan dan sebagai ajang gengsi dengan teman satu komunitas.

Ketika masih duduk di bangku sekolah, beberapa orang teman mengatakan berlian terbuat dari batu bara yang sangat padat.

Namun mengutip laman geology.com, Rabu (28/8/2019), hal itu tidak tepat. Berlian ditemukan di poros vertikal dekat dengan batuan gunung berapi. Sementara batu bara sering didapat di jenis batuan yang lain seperti batu kapur.

Batu bara terbentuk di dekat permukaan dari materi tanaman, sedangkan berlian terbentuk di mantel Bumi – lebih dari 90 mil lebih dekat ke inti.

Batu mulia itu terbawa hingga kerak bumi saat letusan gunung berapi. Meskipun anggapan tersebut tidak benar, namun terdapat persamaan antara berlian dengan batu bara.

Foto : whizliz.com

Berlian terbentuk dari karbon dengan panas hebat, yakni 2.000 derajat Fahrenheit (1.100 derajat celsius) dan tekanan tinggi. Jadi tidak mungkin karbon itu berasal dari batu bara. Namun kemampuan sains modern dapat mengubah apa pun menjadi berlian di laboratorium.

Studi terbaru mengungkapkan bagian inti Bumi ternyata dipenuhi berlian. Beratnya sekitar 1 quadrillion atau 1.000 triliun ton.

Berlian-berlian tersebut ternyata tak bisa dijangkau.Batu-batu berharga tersebut berada 145 hingga 240 kilometer di bawah permukaan planet manusia, di ‘akar’ kraton Bumi.

Kraton memiliki kerak tebal dan akar litosferik yang dalam dan memanjang sejauh beberapa ratus kilometer di dalam mantel Bumi.

Sementara itu, jumlah berlian di permukaan Bumi terbatas, tapi di angkasa luar justru sangat melimpah. Bahkan, menurut para ilmuwan berlian yang cukup besar untuk dipamerkan bintang film Hollywood, menghujani planet Saturnus dan Yupiter.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here