Jika Diserang AS dan Arab Saudi, Iran Siap Perang Total

0
569
Foto : grid.id

Jakarta, namalonews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Mohammad Javad Zarif memperingatkan akan melakukan perang total jika militer Amerika atau Arab Saudi menyerang Iran.

Javad Zarif masih berharap Iran menghindari konflik dan menyatakan Teheran siap berdialog dengan Arab Saudi dan Uni Emerates Arab (UEA).

“Iran tidak mau membuka diskusi jika Amerika tidak melepaskan sanksi penuh sesuai janjinya sebagai imbalan perjanjian nuklir 2015”, ungkap Zarif, Jumat (20/9/2019).

AS mengungkap (19/9) telah membangun koalisi untuk menangkis ancaman Iran menyusul serangan drone terhadap dua fasilitas pengolahan minyak mentah Arab Saudi pada akhir pekan lalu. Washington dan Arab Saudi sama-sama menuduh Iran berada di balik serangan dua kilang minyak Saudi Aramco. Iran telah membantah terlibat dalam serangan itu.

Menlu Iran itu kembali menegaskan menyangkal keterlibatan Iran terhadap kilang minyak terbesar Arab Saudi, serangan yang telah memangkas setengah lebih produksi minyaknya.

Ia mengatakan pemberontak Houthi di Yaman yang bertanggung jawab atas serangan, dan telah meningkatkan kemampuan tempurnya sehingga bisa menyerang kilang minyak utama Saudi. Akan tetapi, setelah diperiksa lebih lanjut, Zarif tidak dapat memberikan bukti bahwa Houthi meluncurkan drone dan rudal.

“Saya tidak dapat memiliki keyakinan bahwa mereka melakukannya karena kami baru saja mendengar pernyataan mereka. Saya tahu kita tidak melakukannya. Saya tahu bahwa Houthi membuat pernyataan bahwa mereka melakukannya,” tegas Zarif.

Pejabat AS dan Arab Saudi telah berulang kali menolak klaim Houthi atas tanggung jawab dalam serangan akhir pekan. Mereka mengarahkan tudingan ke Iran.

Dikutip dari New York Times (18/9), Pompeo menuduh Iran melakukan “tindakan perang” dengan serangan udara. Para pejabat Saudi juga memperlihatkan puing-puing dari pesawat drone dan rudal yang mereka katakan telah digunakan dalam serangan itu, dengan menyebut itu sebagai bukti keterlibatan Iran tanpa secara langsung menyalahkan Teheran.

“Ini agitasi untuk perang, karena didasarkan pada kebohongan, ini didasarkan pada penipuan,” sambung Zarif membantah.

“Saya membuat pernyataan yang sangat serius bahwa kita tidak menginginkan perang, kami tidak ingin terlibat dalam konfrontasi militer. Tapi kita tidak akan berkedip untuk mempertahankan wilayah kita,” tambah Zarif.

Zarif juga mempertanyakan rencana AS membentuk koalisi untuk “resolusi damai” di Timur Tengah sambil mengajukan inisiatif diplomatik yang pernah dilakukan Iran.

“Koalisi untuk Resolusi Damai?,” tulis Zarif di Twitter, dan mendaftar delapan inisiatif diplomatik oleh Iran sejak 1985, termasuk rencana Iran perdamaian untuk Yaman pada 2015, dan pakta non-agresi regional untuk wilayah Teluk yang diusulkan sebelumnya pada tahun ini.

Penulis : Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here